Profil Strategi Unggulan: H. Aep Majmudin

Membangun Sukabumi sebagai Lumbung Pangan Nasional melalui “Intensifikasi Modern & Kolaboratif”
Di bawah kepemimpinan H. Aep Majmudin, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi tidak hanya fokus pada perluasan lahan, tetapi pada efektivitas hasil melalui empat pilar strategi utama:
1. Optimalisasi Brigade Alsintan (Mekanisasi Pertanian)
H. Aep Majmudin mendorong transisi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Melalui Brigade Alsintan, petani diberikan akses mudah terhadap alat mesin pertanian (traktor, rice transplanter, dan combine harvester).
- Dampak: Mempercepat waktu pengolahan lahan hingga 50% dan meminimalisir kehilangan hasil (losses) saat panen.
2. Gerakan Serap Gabah Petani (Sergap) Terintegrasi
Menindaklanjuti arahan Kementerian Pertanian, ia membangun sistem koordinasi yang solid antara Dinas Pertanian, Penyuluh, dan Bulog. Strategi ini memastikan gabah petani terserap dengan harga yang layak, sehingga memotivasi petani untuk terus berproduksi.
- Dampak: Stabilitas harga di tingkat petani terjaga dan stok pangan daerah melimpah.
3. Penguatan Peran Penyuluh sebagai “Garda Terdepan”
H. Aep memposisikan penyuluh pertanian bukan hanya sebagai pemberi materi, tetapi sebagai pendamping teknis di lapangan. Ia menginstruksikan pemantauan ketat terhadap pola tanam dan pengendalian hama secara terpadu.
- Dampak: Angka gagal panen akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) menurun signifikan.
4. Strategi IP400 (Empat Kali Tanam Setahun)
Salah satu kunci lonjakan produksi padi Sukabumi adalah penerapan pola tanam IP400 di lahan-lahan dengan irigasi teknis yang memadai. Dengan penggunaan benih unggul genjah dan manajemen air yang disiplin, petani dapat memanen padi hingga empat kali dalam satu tahun.
Motto Kepemimpinan:
“Bertani itu Keren! Kita tidak hanya menanam padi, kita sedang membangun kedaulatan bangsa dari desa-desa di Sukabumi.”
Keberhasilan meraih Peringkat Kedua Nasional ini membuktikan bahwa kombinasi antara sentuhan teknologi, pendampingan lapangan yang militan, dan manajemen pascapane yang baik adalah kunci sukses menuju Sukabumi Mubarakah.