TRANSFORMASI TEKNOLOGI: PRODUKSI KERIPIK ENYE DESA CICANTAYAN MELONJAK HINGGA 400 PERSEN

0
Gemini_Generated_Image_ekyikqekyikqekyi
9 / 100 Skor SEO

Renjaninews.id – Cicantayan, Sukabumi – Kamis, 22 Januari 2026

SUKABUMI – Desa Cicantayan, Kecamatan Cisaat, kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai sentra pengrajin keripik enye-enye di Jawa Barat. Melalui program penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), para pengrajin ubi kayu di wilayah ini berhasil melakukan lompatan besar dalam kapasitas produksi dan mutu produk.

Sebelumnya, proses produksi yang masih tradisional menjadi kendala utama dalam memenuhi pasar. Namun, setelah beralih ke alat parut dan penggorengan berbasis teknologi, kapasitas produksi melonjak drastis dari 50 kg per hari menjadi 250 kg per hari, atau naik sebesar 400 persen.

“Selain kapasitas yang meningkat, penggunaan teknologi ini memastikan proses produksi lebih efisien dan higienis. Ini adalah langkah nyata menuju agroindustri yang lebih modern di tingkat desa,” ungkap laporan pendampingan UMKM tersebut.

Program ini tidak hanya berfokus pada alat, tetapi juga pada manajemen sumber daya manusia melalui pelatihan manajemen agroindustri. Hal ini diharapkan mampu menjaga konsistensi mutu produk keripik enye-enye agar semakin kompetitif di pasar luas.


📢 Versi 2: Untuk PanglawunganNews.com (Fokus pada Ekonomi Desa dan Kesejahteraan Warga)

KERIPIK ENYE CICANTAYAN GO MODERN: Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja dan Tingkatkan Upah Warga

PanglawunganNews.com – Cisaat, Sukabumi – Kamis, 22 Januari 2026

CISAAT – Kabar menggembirakan datang dari para pengrajin keripik enye-enye di Desa Cicantayan. Inovasi teknologi tepat guna yang diterapkan pada industri rumahan berbasis singkong ini terbukti sukses meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat secara signifikan.

Keberhasilan peningkatan produktivitas ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Tercatat, jumlah pekerja di sentra keripik ini bertambah dari 5 orang menjadi 15 orang (naik 200%). Selain itu, kesejahteraan para pekerja pun meningkat dengan adanya kenaikan upah harian dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per hari.

“Alhamdulillah, berkat penggunaan mesin parut modern, kerjanya jadi lebih ringan, hasilnya lebih banyak, dan penghasilan warga juga ikut naik. Ini benar-benar mewujudkan semangat Sukabumi Mubarakah yang berawal dari kemandirian ekonomi desa,” ujar salah satu pengrajin.

Transformasi dari metode tradisional ke arah semi-modern ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Dengan produk yang lebih higienis dan berkualitas, Keripik Enye Cicantayan siap menjadi ikon oleh-oleh unggulan yang membawa nama harum daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *