Menikmati Dodol Hitam Gula Aren, Kuliner Legendaris di Balik Ritual Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi

RENJANINEWS.ID, CISOLOK – Perayaan adat Seren Taun di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan hiburan rakyat, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner tradisional. Salah satu santapan yang paling ikonik dan diburu pengunjung adalah Dodol Hitam Gula Aren. Makanan khas ini memiliki tampilan hitam pekat yang menggoda dengan tekstur kenyal namun tidak lengket di lidah, memberikan sensasi rasa manis autentik dari gula aren murni yang lumer di mulut.
Proses pembuatan dodol hitam ini merupakan wujud ketelatenan warga kampung adat, di mana beras putih dan hitam diolah menjadi tepung terlebih dahulu sebelum dimasak selama 5 hingga 6 jam. Ketepatan takaran bahan menjadi kunci utama agar rasa yang dihasilkan pas dan memanjakan lidah. Tradisi pembuatan dodol ini biasanya dilakukan untuk menyambut acara-acara besar, mulai dari resepsi pernikahan, upacara mengawali tanam padi di huma, hingga puncak perayaan syukur panen raya atau Seren Taun.
Kehadiran kuliner tradisional seperti dodol hitam ini memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sukabumi. Bagi para wisatawan yang penasaran dengan cita rasa legendaris ini, momentum Seren Taun di Kasepuhan Sinar Resmi adalah waktu yang paling tepat untuk berkunjung. Dodol hitam bukan sekadar penganan, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat adat atas hasil bumi yang melimpah, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di wilayah Cisolok.