Perkuat Aksesibilitas Kabandungan, Dinas PU Sukabumi Alokasikan APBD 2026 untuk Rekonstruksi Jalan Pakuwon-Cipeuteuy

0
renkabandungan

RENJANINEWS.ID, KABANDUNGAN – 14 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kembali merespons urgensi perbaikan infrastruktur daerah dengan menggulirkan proyek rekonstruksi di ruas jalan Pakuwon – Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan. Penanganan jalan yang krusial bagi mobilitas antarwilayah ini dieksekusi melalui kewenangan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PU Wilayah III Cicurug.

Dalam realisasinya, paket pengerjaan tidak hanya berfokus pada perbaikan badan jalan, melainkan turut mencakup penguatan manajemen air permukaan melalui pembangunan drainase terbuka berkonstruksi pasangan batu. Intervensi teknis ini dinilai penting untuk mencegah genangan air pada tanah asli yang kerap memicu kerusakan dini pada struktur aspal jalan.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menjelaskan bahwa rekonstruksi ini merupakan tindak lanjut atas masukan masyarakat serta upaya sistematis pemerintah dalam mempertahankan indikator kemantapan jalan daerah.

“Ruas jalan Pakuwon – Cipeuteuy memiliki fungsi vital bagi pergerakan ekonomi dan sosial warga Kabandungan. Melalui rekonstruksi drainase dan jalan ini, Dinas PU berupaya memastikan kondisi jalan kembali mantap, aman, serta nyaman untuk menunjang aktivitas lintasan kendaraan komersial maupun pribadi,” jelas Asep Saepuloh.

Berdasarkan dokumen teknis, proyek perbaikan ini menyerap alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp68.390.984,46. Pekerjaan fisik dipercayakan kepada pihak ketiga, yakni CV. Jayanti Berkarya, dengan batas waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender.

Asep menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal kualitas pembangunan. “Tim pengawas di lapangan terus melakukan monitoring berkala. Kami menuntut pihak pelaksana untuk mematuhi spesifikasi teknis dan merampungkan pekerjaan tepat waktu,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan berfungsinya infrastruktur jalan yang memadai, rantai distribusi hasil bumi, kemudahan akses menuju fasilitas kesehatan dasar, serta mobilitas pelajar di kawasan Kabandungan dapat berjalan dengan lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *