Perkuat Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan, Dinas Pertanian Sukabumi Gelar Rapat Evaluasi Terpadu di Ciracap

0
WhatsApp Image 2026-09-08 at 5.00.33 PM

RENJANINEWS.ID, CIRACAP – 8 September 2026 | Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mempertegas komitmennya dalam mengawal swasembada pangan berkelanjutan melalui penajaman evaluasi program dan pemetaan kendala lapangan. Langkah penguatan ini dibahas secara komprehensif dalam agenda Rapat Evaluasi dan Percepatan Swasembada Pangan Berkelanjutan yang digelar di Pondok Hexa Seaside, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Forum koordinasi teknis tersebut turut dihadiri langsung oleh Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, jajaran kepala bidang dinas, Kepala UPTD Pertanian Wilayah I–VII, Kepala UPTD Penyuluhan, hingga seluruh koordinator penyuluh BPP se-Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menegaskan bahwa tata kelola program swasembada pangan tidak boleh sekadar berhenti pada pemenuhan target administratif, melainkan harus bertumpu pada realitas riil kebutuhan usaha tani di lapangan.

“Evaluasi ini menjadi bahan untuk melihat capaian sekaligus mengetahui persoalan yang masih dihadapi di lapangan. Dari sana, kita susun langkah yang lebih tepat agar percepatan swasembada pangan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” papar Aep.

Aep menggarisbawahi bahwa kondisi agroklimat dan topografi lahan di Kabupaten Sukabumi memiliki disparitas yang tinggi antarwilayah. Oleh karena itu, pendekatan program pertanian menuntut fleksibilitas berdasarkan kondisi spesifik lokasi, komoditas unggulan, serta kesiapan kelompok tani setempat. Dalam konteks ini, keberadaan tenaga penyuluh pertanian ditempatkan sebagai simpul krusial dalam menyerap dinamika lapangan untuk merumuskan intervensi kebijakan yang presisi.

“Penyuluh memiliki posisi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan petani. Informasi dari lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah berikutnya. Yang kita cari bukan hanya apa yang sudah dicapai, melainkan solusi konkret atas kekurangannya melalui tindak lanjut yang terukur,” tegas Aep.

Dinas Pertanian memastikan hasil rapat evaluasi ini akan segera diintegrasikan ke dalam perbaikan teknis program di tingkat UPTD dan kelompok tani demi mengokohkan fondasi kemandirian pangan daerah secara berkesinambungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *