Menjelajahi Curug Central Kabandungan: Air Terjun Bersejarah Peninggalan Belanda di Sukabumi
SUKABUMI, RENJANINEWS.ID — Kabupaten Sukabumi kembali menyuguhkan destinasi wisata alam eksotis yang sarat akan nilai sejarah. Salah satunya adalah Curug Central (atau sering disebut Curug Sentral) yang terletak di Kampung Jayanegara, Desa Jayanegara, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Destinasi ini menjadi pilihan tempat rekreasi yang sangat ideal untuk dinikmati bersama keluarga maupun kerabat terdekat saat akhir pekan maupun libur nasional.
Jejak Sejarah PLTA dan Keunikan Tujuh Undakan Air Terjun
Nama “Curug Central” sendiri tidak lepas dari sejarah masa lampau. Pada era kolonial penjajahan Belanda, aliran air terjun ini difungsikan secara vital sebagai pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sentral untuk menyuplai kebutuhan energi daerah sekitar.
Keunikan utama dari objek wisata ini adalah keberadaan tujuh tingkatan air terjun yang berada dalam satu aliran sungai yang sama. Untuk memudahkan navigasi wisatawan, masing-masing air terjun dinamai secara berurutan menggunakan angka.
”Curug 1 memiliki ketinggian mencapai 15 meter dengan karakteristik aliran air yang sangat deras. Karena faktor keamanan, pengunjung dilarang berenang di area Curug 1 dan disarankan untuk berfokus menikmati kemegahan pemandangan visualnya saja,” tulis laporan panduan wisata setempat.
Sensasi Kesegaran Curug 2 dan Hamparan Kebun Teh
Bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung kesegaran air pegunungan, Curug 2 menjadi lokasi yang paling direkomendasikan. Berbeda dengan Curug 1, debit air di Curug 2 cenderung tidak terlalu deras dengan warna air kebiru-biruan yang menandakan tingkat kejernihan yang tinggi.
Dikelilingi oleh rindangnya pepohonan asri dan hamparan perkebunan teh hijau di sekitarnya, kawasan ini menawarkan atmosfer udara yang sangat sejuk dan segar, menjadikannya lokasi yang sempurna untuk healing dan melepas penat.
Rute Trekking Santai Menuju Lokasi
Secara geografis, lokasi Curug Central ini berada cukup dekat dengan kawasan operasional Chevron Geothermal Salak Ltd. Untuk mencapai titik air terjun, pengunjung hanya perlu melakukan trekking berjalan kaki sejauh 500 meter dari area parkir kendaraan.
Medan jalan yang dilalui masih didominasi tanah dan bebatuan alami, namun jalurnya cenderung datar tanpa adanya tanjakan tajam atau turunan yang curam, sehingga sangat ramah untuk semua usia. Mendekati lokasi utama, pengunjung akan melewati jembatan bambu yang estetik beserta papan petunjuk arah yang jelas menuju masing-masing titik curug.