Dampak Kemarau Mulai Terasa, Dinas Pertanian Sukabumi Dorong Diversifikasi Tanam Pangan di Wilayah Selatan
RENJANINEWS.ID, PALABUHANRATU – 5 Agustus 2026 | Musim kemarau yang mulai melanda kawasan Jawa Barat memicu potensi penurunan produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi. Hasil pemetaan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengindikasikan bahwa lahan pertanian di lima kecamatan kawasan selatan menjadi zona paling rentan terhadap ancaman kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengonfirmasi bahwa ketergantungan yang tinggi pada curah hujan menjadi faktor utama tingginya risiko kekeringan di wilayah selatan. Salah satu kawasan terdampak signifikan berada di Kecamatan Tegalbuleud, dengan potensi ancaman kekeringan melingkupi sekitar 2.300 hektare sawah tadah hujan.
“Pemantauan di lapangan menunjukkan wilayah selatan memang paling rentan saat musim kemarau. Karena sifatnya yang tadah hujan, ketersediaan air pasokan irigasi menjadi kendala mendasar ketika pasokan air hujan berkurang,” ungkap Aep Majmudin, Selasa (4/8/2026).
Guna meredam dampak krisis air, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menempuh dua langkah teknis dan taktis:
- Penguatan Sarana Irigasi: Mengusulkan alokasi bantuan pompa air serta pembuatan sumur bor ke kementerian terkait untuk menyokong kebutuhan air di titik-titik krusial.
- Diversifikasi Komoditas (Pola Tanam): Mendorong para petani di lahan tadah hujan untuk beralih sementara dari padi ke tanaman hemat air, seperti jagung dan kedelai.
Melalui optimasi bantuan infrastruktur irigasi dan penyesuaian pola tanam komoditas sekunder (palawija), Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis ketahanan serta produksi pangan daerah dapat bertahan stabil di tengah tantangan musim kemarau.