Sokong Swasembada Pangan, Bupati Sukabumi Dorong Hasil Tani Ciemas Masuk Dapur MBG

0
FB_IMG_1780477297809

SUKABUMI, RENJANINEWS.ID — Kecamatan Ciemas resmi dikukuhkan sebagai salah satu pilar utama penopang swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi. Hal strategis ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, saat menghadiri Gerakan Panen Padi bersama unsur Forkopimda di lahan pertanian Kelompok Tani Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, Senin (25/5/2026).Langkah taktis ini menjadi pembuktian nyata setelah Kabupaten Sukabumi berhasil menyabet penghargaan nasional peringkat kedua sektor pertanian dari Presiden RI.”Alhamdulillah, terima kasih kepada Dinas Pertanian dan para kelompok tani. Keberhasilan kita di tingkat nasional tidak lepas dari kontribusi kawasan unggulan seperti Ciemas. Prestasi ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujar H. Asep Japar.Putus Mata Rantai Ijon Lewat Koperasi DesaSebagai langkah konkret penguatan ekonomi di tingkat tapak, Pemkab Sukabumi tengah menggenjot pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini diambil untuk melindungi petani dari jeratan sistem ijon yang kerap merugikan saat musim panen tiba.”Jika koperasi sudah berjalan, petani bisa langsung menjual hasil panen ke sana dengan harga yang layak. Kita harus pastikan hasil pertanian kita dinikmati di daerah sendiri, jangan langsung dibawa keluar,” tegas Bupati.Menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG)Lebih jauh, Bupati membidik potensi besar Ciemas untuk menyokong program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menargetkan seluruh dapur produksi MBG di wilayah Sukabumi menggunakan beras lokal hasil keringat petani sendiri.”Jangan sampai kebutuhan dapur MBG justru disuplai dari luar daerah. Kita ingin perputaran ekonominya tetap berada di Sukabumi, menyerap hasil tani masyarakat kita,” tambahnya.Tantangan Infrastruktur IrigasiDi sisi lain, tata kelola air masih menjadi catatan. Bupati mengimbau masyarakat untuk aktif menyuarakan kondisi infrastruktur di lapangan agar mendapat respons cepat dari pemerintah provinsi.“Jangan hanya jalan rusak yang dijadikan konten media sosial, saluran irigasi juga boleh. Biar pemerintah provinsi tahu mana skala prioritas yang harus segera diperbaiki,” pungkasnya.Di akhir acara, Bupati bersama jajaran Forkopimda menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada kelompok tani Desa Tamanjaya guna memicu produktivitas ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *