Akselerasi Asta Cita, Dinas Pertanian Sukabumi Luncurkan Inovasi ‘SANGKURIANG’ Demi Swasembada Berkelanjutan

0
739335572_976847801988760_7444961931759357556_n

RENJANINEWS.ID, SUKABUMI – 4 Juli 2026 | Kabupaten Sukabumi terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang diperhitungkan. Sejalan dengan pilar kedua Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian bangsa melalui pangan, energi, dan air, Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi memperkenalkan inovasi strategis bernama “SANGKURIANG” (Strategi Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan). Langkah konkrit ini diambil guna mengunci keberlanjutan produksi pasca keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional secara resmi pada tahun 2025 lalu.

Sebagai daerah penyumbang keberhasilan nasional, Kabupaten Sukabumi sebelumnya telah meraih penghargaan peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi padi tahun 2025 dari Kementerian Pertanian, yang mengantarkan Bupati Sukabumi meraih Penghargaan Tertinggi Satyalencana Bidang Pertanian dari Presiden RI. Namun, Dinas Pertanian menilai tantangan ekologis dan sosial ke depan tetap tinggi.

Inovasi SANGKURIANG hadir sebagai jawaban komprehensif atas ancaman alih fungsi lahan dan lambatnya regenerasi petani melalui 4 langkah strategis:

  1. Produksi Terfokus: Efisiensi sentra komoditas utama.
  2. Optimalisasi SDM & Lahan: Maksimalkan potensi petani lokal dan perluasan area tanam.
  3. Manajemen Rantai Pasok: Memotong jalur distribusi demi kestabilan harga.
  4. Keberlanjutan Ekonomi & Ekologi: Menjaga kesejahteraan petani sekaligus kelestarian alam lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyatakan optimismenya bahwa kebijakan ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Manifestasi dari inovasi ini ditandai dengan terbentuknya 5 Kawasan Komoditas Kabupaten Sukabumi (Padi, Hortikultura, Singkong, Kopi, dan Kelapa), pembentukan Satgas Swasembada Pangan Berkelanjutan, penguatan regulasi Alih Fungsi Lahan Sawah, serta implementasi pengembangan Kawasan Padi khusus di Ciemas.

Hingga bulan Juni 2026, Dinas Pertanian mencatat capaian kinerja yang impresif. Luas Tambah Tanam (LTT) Padi di Kabupaten Sukabumi telah menembus angka 91.646 hektare dengan Luas Tambah Panen mencapai 121.610 hektare. Ditopang oleh Indeks Pertanaman (IP) Kabupaten yang menyentuh angka 2,71 kali, produktivitas padi daerah kini stabil di angka 5,8 ton per hektare berkat sinergi program normalisasi irigasi, distribusi benih unggul, dan mekanisasi pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *